Protector Pada Tv Polytron Dengan IC Vertical TDA8174

Polytron 21 inch type BB5132M dan dengan nomor chasis HBEA-001A, menggunakan chroma STV2286C, micom HBM 00-01, dan IC vertical TDA8174. Kerusakan tv ini adalah protect tidak bisa start, dengan gejala saat di nyalakan tv nampak bisa start namun beberapa saat kemudian tv akan kembali standby, yang di tandai dengan led indicator yang menyala merah kemudian ke hijau lalu ke merah lagi.
Oke, saatnya exekusi! Setelah melakukan pemeriksaan secara visual, tak ada tanda – tanda yang mencurigakan di dapat. Langkah selanjutnya adalah pemeriksaan tegangan, titik pertama yang saya periksa adalah pin 16 IC HBM 00-01. Karena di sinilah letak protector untuk tv Polytron dengan chasis jenis ini, normalnya…saat ON pin ini 5v, sedangkan saat OFF adalah 0v.
Tegangan 5v sendiri saat ON di dapat dari pin 2 IC vertical TDA8174 melalui C409, R413, D402, R420, dan yang terakhir R421 sebelum akhirnya menuju ke pin 16 IC HBM. Benar saja dugaan saya, setelah di cek saat ON ternyata pin protect ini tetap 0v, tidak mau berubah ke 5v. Seperti yang sering saya alami, tanpa pikir panjang lagi langsung saja saya ambil elko baru senilai 1uf/50v untuk pengganti C409, karena elko inilah yang sering jadi penyebab protect, berikut adalah penampakan elko tersebut di dalam skema…

pol prot

pada tv Polytron model lain yang menggunakan IC vertical 78040 elko ini berkode C401 pada mainboard, fungsinya tetap sama.
Tv pun sudah bisa start dengan normal setelah penggantian elko tersebut , Alhamdulillaah……

Panasonic Protect

Lagi – lagi ketemu tv protect, kali ini yang datang adalah sebuah tv Panasonic 14 inch type TC-14P10BB dan nomor chasis TNP4NA001 yang menggunakan IC single TDA9381, dengan keluhan tv tidak bisa start! Gejalanya adalah………..saat di nyalakan led indicator nampak nyala warna merah, kemudian berubah ke warna hijau agak lama, merah lagi sebentar, hijau lagi agak lama, merah sebentar lagi, begitu seterusnya sampai akhirnya berhenti di warna merah tak mau berubah ke hijau lagi. Dalam keadaan seperti ini saya coba pencet CH+ di panel dan led indicator pun beraksi lagi seperti tadi.
Oke……tahap pertama dalam perbaikan tv telah di lakukan, yaitu di lihat dari gejala yang ada. Saatnya tahap kedua di lakukan, pemeriksaan secara visual! Setelah tutup belakang di buka, nampak debu yang menumpuk tebal di mainboard, menunjukkan bahwa tv ini sudah lama belum rusak alias awet. Lagi – lagi tak di temukan tanda – tanda yang mencurigakan di dapat setelah debu di bersihkan, semua part masih terlihat mulus tanpa cacat.
Tanpa pikir panjang, langsung saja ke tahap selanjutnya yang wajib di lakukan, yaitu pemeriksaan tegangan. Di sini di dapati B+90v aman sampai di kaki fbt, begitu juga dengan vcc vertical yang juga aman sampai di tempat tujuan. Giliran catu daya 12v yang mendapatkan pemeriksaan, kejanggalan mulai terlihat di sini, tegangan yang seharusnya 12v tersebut cuma terdeteksi 8,5v. Telusuri jalur tersebut yang ternyata menuju ke 2 buah IC regulator 7808 dan 7805, cek pin out 7808 dan menunjukkan nilai 6,8v, dan pin out 7805 cuma ada 2,6v. Naaaahh……mulai ada titik terang, it’s okay! Saatnya ESR jelek bekerja, cek 2 buah elko filter tegangan 12v senilai 470uf/16v yang bertuliskan C832 dan C857 di mainboard.

pan prot

Dan ketemulah biangnya yang menyebabkan led indicator selalu berkedip, yaitu C832 dalam keadaan kering. Karena setelah penggantian elko tersebut, indicator sudah tidak kedip – kedip lagi dan tv pun sudah bisa nyala dengan normal. Alhamdulillaah ya Allah…. Engkau telah memudahkan segala urusanku…….

LG Ultra Slim Mati Total

LG

Tv LG model ultra slim type 21SL2RD dengan chasis CW81A datang dalam keadaan mati total karena transistor horisontal dalam keadaan coid. Sebelum menggantinya dengan yang baru dan untuk menghindari kerusakan beruntun pada transisitor tersebut saya lakukan langkah sebagai berikut:

1. Cek B+

Sebelum mengambil langkah – langkah yang lebih rumit wajib hukumnya bagi seorang Tuser untuk melakukan pengecekan tegangan – tegangan vital. Di sini di ketahui B+ drop tanpa transistor horisontal terpasang, setelah di telusuri ketemulah penyebabnya yaitu FR403 yang di mainboard yang saya hadapi senilai 3,9 ohm yang berfungsi sebagai pembatas tegangan ke FBT dalam keadaan putus. Setelah penggantian resistor tersebut B+ pun normal kembali di 115v.

FR403

2. Cek Capasitor Resonant

Hal kedua yang harus di lakukan jika menjumpai transistor horisontal short adalah cek capasitor resonant yang terletak di jalur collector transistor tersebut. Jika capasitor ini bermasalah maka akan menyebabkan transistor horisontal mati lagi begitu di ganti dengan yang baru, bahkan transistor bisa langsung mati saat tv di nyalakan untuk di test.

resonan

3. Blok Horisontal Drive

Cek elko filter vcc H drive, cek tegangan di jalur basis transistor horisontal dan hasilnya…….keduanya aman. Jalur basis terdetksi 2vAC.

hdrive LG

4. Pengecekan Dengan Lampu Pijar

Setelah ketiga langkah di atas di rasa aman, saatnya melakukan pengecekan dengan lampu pijar. Yaitu dengan memasangnya di antara kaki collector transistor horisontal dengan pin COL FBT. Begitu tv di nyalakan nampak ada kejanggalan saat saya cek tegangan G2, di sini cuma terdeteksi 5v saja, kemudian volt meter saya pindah ke posisi AC untuk cek tegangan heater dan ternyata tak ada tegangan sama sekali alias 0v. Hmmm………………ini sih tanda – tanda FBT yang bernomor BSC25 – N0329 ini minta ganti.
Namun apa yang terjadi setelah FBT saya ganti dengan penuh keyakinan? Hasilnya nihil!!! Aduhhhh…….piye iki???????? Sebuah C6090 sudah terkapar sebagai korban keganasan blok H output yang abnormal. Dengan di penuhi rasa penasaran saya pun bongkar yoke defleksi sebagai langkah terakhir untuk menemukan penyebab kerusakan tersebut. Nampaklah ada beberapa lajur kawat email yang kelihatan menghitam di salah satu gulungan yoke horisontal, tak puas dengan hal itu, saya pun memisahkan kedua gulungan yoke horisontal dengan membuka solderan di tap H+ dan H-, kemudian ambil ohm meter untuk mengetahui nilai resistansinya, dan benar saja…..ada sedikit perbedaan nilai di antara keduanya. Dengan harap – harap cemas, saya pun memasang yoke yang baru setelah sebelumnya saya beli di toko elektronik langganan.

Crakk….!! Tv pun nyala, namun sebelum muncul gambar di layar tv saya matikan lagi untuk mengetahui suhu C6090 yang baru sebagai upaya pencegahan terjadinya korban lagi. Setelah di rasa aman running test pun di lakukan, 1 menit…. 5 menit…10 menit…..setengah jam….1 jam….2 jam….3 jam….bahkan sampai seharian ternyata masih aman.

Alhamdulillaah selesai! Hati pun senang karena bisa menepati deadline yang saya janjikan ke konsumen, thanks God!

Memanfaatkan Modul Gacun Karena Keterbatasan Part Pengganti

Keberadaan modul Gacun memang sangat membantu kita sebagai Tuser dalam menyelesaikan suatu problem PSU. Seperti kita ketahui, hampir semua barang – barang electronic yang beredar saat ini tidak lagi menggunakan trafo konvensional sebagai sumber tegangannya, melainkan menggunakan trafo switching. Tidak jarang pula PSU yang menggunakan trafo switching tersebut mengalami kerusakan baik di blok primer maupun sekunder. Nah, dengan adanya modul Gacun ini bisa kita salah gunakan sebagai ‘alat’ untuk mendeteksi area yang bermasalah tersebut, dan yang paling penting adalah modul Gacun bisa kita gunakan sebagai jalan pintas untuk mengatasi problem, lebih tepatnya di blok primer PSU.

Namun, sebaiknya janganlah selalu bergantung pada Gacun karena akibatnya ilmu dan pengalaman kita tidak akan pernah berkembang karena setiap menemui problem PSU sedikit – sedikit Gacun yang jadi andalan. Padahal jika kita mau sedikit lebih teliti dalam memperbaiki kerusakan blok primer PSU ternyata penyebabnya hanya sepele, misalnya ada Resistor yang putus, Capasitor yang short, ataupun penyebab sepele lainnya yang di mana kita bisa dengan mudah mencari part penggantinya. Gunakan modul Gacun sebagai langkah terakhir untuk mengatasi problem blok primer jika kita sudah tidak bisa mendapatkan part pengganti di toko electronic langganan.

Seperti yang saya alami beberapa waktu yang lalu, saat mendapatkan servisan 1 unit subwoofer merk Advance yang mengalami kerusakan blok primer PSU karena korban PLN padam. Seperti ini bentuk penampakannya…

advance

Setelah di lakukan pengecekan, ternyata blok primer PSU yang memakai IC TDA2822M mengalami short circuit serta di dapati fuse AC input putus. Ini adalah gambar skema blok primer dari PSU tersebut…

skema asli

Saat menanyakan IC tersebut ke beberapa toko electronic langganan mereka bilang tidak punya ataupun stok kosong, akhirnya saya berinisiatif untuk menggunakan modul Gacun untuk mengatasi problem yang saya hadapi.

Berikut ini cara pemasangannya:

1. Buang semua komponen di blok primer trafo switching, kecuali diode bridge dan elko filter tegangan 300v

buang

2. Tambahkan R dan C sebagai rangkaian Snubber di lilitan primer trafo switching

snuber
2.a. R dengan nilai 22 ohm – 47 ohm
2.b. C dengan nilai 470pf – 1nf dengan tegangan kerja 1kv – 2kv

3. Lalu pasang modul Gacun seperti ini

akhir
3.a. Untuk pemasangan kabel merah perhatikan gambar di atas
3.b. Kabel biru bisa di hubungkan ke pin 4 IC optocoupler
3.c. Sedangkan pin 3 IC optocoupler di hubungkan langsung ke Gnd blok primer

Tips:

  • Sebelum mencoba untuk di nyalakan, sebaiknya adjust VR yang ada di modul Gacun ke posisi minimum. Baru setelah itu di nyalakan dan adjust lah VR tersebut untuk mendapatkan tegangan yang pas sesuai yang di butuhkan
  • Ganti elko filter tegangan sekunder dengan nilai yang lebih besar, di sini saya menggantinya dengan nilai 3300uf/35v lalu saya pasang 7812 di jalur B+, dan meng-adjust tegangan outnya ke 18v
  • Agar hasilnya lebih memuaskan, kita bisa menggunakan modul Gacun untuk tv 24″ – 34″

Demikian posting saya kali ini, semoga bisa membantu

SONY KV-G21P2 Indikator Nyala Sebentar Lalu Padam

6707

Tv model di atas masuk dalam kelompok chasis BG2S, hmm…..saya kira bakal terjadi pertarungan sengit antara saya dengan tv yang satu ini mengingat di daerah saya populasinya sangat minim alias jarang sekali yang punya tv dengan merk ini.

Seperti keluhan di atas, saat di nyalakan yang nampak hanya lampu LED indikator yang nyala sebentar lalu padam. Sebagai langkah awal yang saya lakukan adalah pengecekan secara visual yang tak membuahkan hasil, karena semua komponen terutama di blok primer SMPS yang memakai STRS 6707 kelihatan masih kinclong. Dari gejala yang ada, kemungkinan kerusakan memang berasal dari blok SMPS.

Dengan menggunakan ESR analog made in dewe, akhirnya ketemu komponen yang menyebabkan masalah di atas, yaitu keringnya elko C624 senilai 1000uf/16v di blok primer SMPS. LED indikator pun langsung menacungkan jempol setelah saya mengganti elko tersebut. Namun ternyata masih ada problem lagi, karena tv masih belum mau nyala setelah saya lakukan perintah ON dengan memencet tombol CH+ di panel, cek tegangan B+ yang terdeteksi cuma 90v, hmm…..padahal seharusnya 115v mengingat mainboard ini memakai error amp SE115. Lagi – lagi ESR jelekku beraksi untuk sekedar cek elko – elko blok sekunder SMPS. Dan, Alhamdulillaah…….tv sudah bisa nyala dengan normal setelah penggantian C609 dengan nilai 33uf/160v.

Selesai dan bayaran.

Problem Tegangan Drop Pada TV Cina

Seharian kemarin di hajar oleh tv cina single IC, tv datang dalam keadaan lampu indikator hanya berkedip tanpa bisa start. Setelah tutup belakang saya buka, nampaklah tumpukan debu yang menebal di mesin tv tersebut, menandakan bahwa tv ini sudah saaaaaangat lama tidak di buka oleh tuser. Oke…..saatnya pengecekan secara visual dulu, dan saya dapati C816 680pf/2kv (snubber), C851, C853 yang keduanya senilai 470pf/1kv dalam keadaan pecah bodynya, mungkin karen terpanggang oleh panas saat pemakaian setiap hari.

c-snub

Langsung saja saya lakukan pergantian terhadap ketiga komponen tersebut, namun apa yang terjadi? Nihil………tetap tak ada perubahan, lampu indikator tetap berkedip dengan sombong. Langkah kedua segera saya ambil, yaitu dengan melakukan pengecekan tegangan, di sini di terdeteksi semua tegangan out SMPS normal namun berdenyut. Bahkan tegangan 300v di elko besar blok primer 220uf/400v juga ikut – ikutan berdenyut, wah…wah…wah…kok bisa begini ya…..? Singkat cerita setelah kesana kemari mencari biang kerusakan, akhirnya ketemulah si tersangka, yaitu elko filter di tegangan 13v yang di mainboard di beri kode C864 dengan nilai 1000uf/25v dalam keadaan kering.

12v

Setelah saya lakukan penggantian pada elko tersebut, indikator pun sudah menyala dengan anteng sambil senyum – senyum. 1 detik, 2 detik, 3 detik, 10 detik, 30 detik….saya tunggu – tunggu belum juga mau start. Pencet tombol CH+ di panel dan POWER di remot juga tak ada reaksi. Cek lagi tegangan dengan DC volt, Masya Allaah…..B+ yang seharusnya 115v cuma terdeteksi 70v saja, ck….ck….ck….pantas saja! Saya cek lagi untuk tegangan – tegangan out SMPS yang lain yang ternyata semuanya drop juga, bener – bener tv ini banyak tingkah. Lepas transistor Horysontal, cek lagi tegangan out ternyata masih tetap drop. Hmm….apalagi yang bermasalah? PC817 jadi sasaran berikutnya, alhasil tak ada reaksi. Hasil pengecekan di blok primer juga tak ada komponen yang mencurigakan, hmm…benar – benar menyita waktu. Butuh waktu hampir seharian untuk menemukan penyebab tegangan drop tersebut, yaitu problemnya ada di R853 senilai 5K6 dalam kondisi molor.

R trimpot

R tersebut terpasang secara seri dengan VR B+ adjuster yang menuju ground. Ganti R dengan yang baru, cek lagi tegangan out. Dan……yessssssss, normal 115v untuk B+ dengan anteng. Pasang lagi transistor Horysontal yang sebelumnya saya lepas karena memang demikian prosedur ‘safety’nya, hehehe….. tv pun saya nyalakan dan crakkkkkk. Intip pucuk CRT tempat filamen bersemayam, tak lama kemudian filamen pun menyala dengan malu – malu. Segera perhatian saya alihkan ke arah layar depan yang terpampang via kaca cermin yang saya sediakan. Nampaklah tampilan kiri kana dan atas bawah tidak pas dengan tepi CRT, setelah melakukan sedikit modifikasi di H output dan V output akhirnya tv saya nyatakan benar – benar………………………………….waras! Thanks God…

Polytron MX5207 Gambar Blank Pelangi

Hati -hati menjumpai kasus seperti ini, di mana tampilan layar bisa membuka penuh namun hanya blank pelangi sebelum akhirnya mati lagi karena terprotect. Di mana penyebabnya adalah blok vertical out yang abnormal.
layar pelangi

Tanpa pikir panjang saya amati blok vertical out secara visual, nampak biasa – biasa saja tak ada yang menarik perhatian. Balik mainboard yang berkode HBEE001A DN21A628 tersebut, angkat IC vertical AN5522 dan ganti dengan LA78040 karena tak ada stok IC yang sama. Langsung nyalakan tv dan tak lama kemudian sudah nongol logo Polytron. Pasang antena untuk running test, tapi setelah saya amati ternyata nampak masih ada problem lain. Yaitu munculnya garis – garis blanking di bagian atas layar. Matikan lagi, ambil ESR dan cek lagi elko – elko di blok vertical out. Dan ketemulah biangnya, yaitu C408 senilai 100uf/50v dalam keadaan kering.

vert MX

Setelah penggantian elko tersebut tv pun normal dan siap di bungkus. Alhandulillaah….